CelotehQ dalam CoretanQ…
Tak lama ini di sepanjang jalan kota di Sidoarjo banyak bermunculan tempat sampah baru berwarna biru sama kuning. Kering dan basah, itulah maksud dari simbol warnanya. Ga tanggung-tanggung, jarak antara tempat sampah yang satu dengan yang lainnya kira-kira 25 meter. *aQ ga bisa ngukur secara pasti. Kalo aQ bawa meteran buat ngukur, ntar dikirain orang gila.
Aq juga heran, padahal dulunya ga ada. Kenapa baru sekarang ga dulu-dulu??? Kemana aja lo slama ini??! koq nyadarnya baru sekarang. Kebersihan lingkungan kan penting, kenapa dikesampingkan? Walaupun begitu tetep aQ acungin jempol buat pemkab Sidoarjo meskipun agak terlambat. Lebih baik terlambat kan daripada ga sama sekali.
Sebenarnya yang menarik perhatianQ bukan kemunculannya yang terlambat ini, tapi “kenapa sampah yang disediakan sampah kering-basah?”. Itu kan model sampah jadul bgt. Bukannya pembagian yang betul organik-unorganik?
Dengan begitu kan jelas tujuannya, sampah organik dikumpulin jadi satu untuk selanjutnya diurai kembali, yang unorganik dilakukan pendaur-ulangan. Coba kalo dibagi yang basah dan yang kering, mau diapain tuh sampah? apa jangan-jangan sampah yang basah dijemur dulu biar kering? ah tau ah, biar lah itu jadi urusan mereka. Aq sebagai warga ngikut aja…

3 Responses for "Kering-Basah / Organik-Unorganik"
Pakai
Ya aq seh cm bs dukung ajah, biar kota qt bisa bersih dr sampah….
Pakai
seenggaknya surabaya-sidoarjo sudah mulai sadar akan pentingnya pemisahan kedua jenis sampah tsb. walo buntutnya ntar penagolahannya blom tentu bener2 dipisah. at least sudah ada wujud nyata dr sebuah wacana. tul gak?
Pakai
Yup… gpp kalo-pun mesti telat. Daripada enggak sama sekali. Ya to ???
Leave a reply